Pengobatan dan Obat-Obatan yang Dilarang Oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Alloh Ta’ala berfirman, “Apa yang dibawa oleh Rosul kepadamu, maka ambillah, dan apa yang dilarang beliau, tinggalkanlah!” Sekalipun Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah melarang berobat dengan barang-barang yang diharamkan dan obat-obatan yang kotor, akan tetapi di zaman sekarang ada orang yang melanggar sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan berobat dengan barang-barang haram, seperti racun ular dan bagian-bagian tubuh hewan yang diharamkan.
1. Diriwayatkan dari Ibnu Mas‘ud bahwa ia berkata : “Sesungguhnya Alloh tidak menjadikan kesembuhan kalian dalam apa yang diharamkan-Nya kepada kalian.”195)
2. Dari Abu Huroiroh , ia berkata, “Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melarang obat khobits.”196) Para ulama berkata bahwa yang dimaksud khobits adalah racun.
3. Dari ‘Abdurrohman bin ‘Utsman bahwa ada seorang dokter bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. tentang katak yang dijadikan campuran obat, maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melarang membunuh katak.197)
4. Dari ‘Abdulloh bin Hakim, ia berkata : Pernah datang kepada kami surat dari Nabi saw. yang berisi, “Janganlah kalian memanfaatkan bangkai, baik itu ihab198) maupun ‘ashob199)-nya.”
200)
5. Dari Abu Huroiroh, ia berkata : Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Barangsiapa meminum racun, maka kelak racun itu di tangannya dan diminumnya terus-menerus di neraka Jahanam, kekal abadi di dalamnya.”201) Sebagai qiyas, demikianlah orang yang mati karena merokok.
6. Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Setiap minuman memabukkan adalah haram.”202) Dalam riwayat ‘Umar, dengan redaksi : “Semua yang memabukkan haram.”203) Dalam Shohih Muslim, Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Setiap yang memabukkan adalah khomr, dan setiap yang memabukkan haram.” Dalam riwayat Anas yang dikeluarkan oleh Ahmad dengan isnad shohih : “Apa yang memabukkan, maka ia adalah haram.” Dalam riwayat Nu‘man bin Basyir : “Sesungguhnya aku melarang kalian dari setiap yang memabukkan.” Dalam riwayat Ummu Salamah : “Beliau melarang setiap yang memabukkan dan melemahkan.” Anas berkata : Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melarang menggunakan bejana yang dicat dengan ter. Beliau bersabda, “Semua yang memabukkan haram.” Anas berkata : Saya pun bertanya, “Anda benar. Yang memabukkan haram. Bagaimana dengan minuman seteguk atau dua teguk?” Beliau menjawab, “Apabila banyaknya memabukkan, maka sedikitnya juga haram.”204)
7. Suatu ketika Thoriq bin Suwaid datang, lantas bertanya kepada Nabi saw. tentang khomr, beliau pun melarangnya. Kemudian ia bertanya lagi, beliau pun melarangnya atau membenci pembuatannya. Ia pun berkata, “Saya membuat-nya hanya untuk obat.” Beliau pun bersabda : “Ia bukan obat, tetapi penyakit.”
8. Al-Khoththobi berkata, “Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melarang penyembelihan hewan kecuali dimakan dan melarang obat khobits. Suatu obat menjadi khobits dikarenakan dua sebab. Pertama, karena najis, yaitu obat tersebut tercampur hal yang diharamkan seperti khomr dan lain-lain, seperti daging hewan yang dagingnya tidak boleh dimakan; dan kedua, disebabkan oleh rasa yang tidak enak, dan tidak diperdebatkan lagi bahwa hal itu dimakruhkan dikarenakan sulitnya karakter manusia untuk menerima makanan seperti itu.”
9. Abu ‘Iyadh pernah ditanya tentang bulu babi yang ditaburkan di luka binatang, maka ia tidak memakruhkannya.
10. Diriwayatkan dari Sa‘id bin Jubair bahwa ia memakruhkan empedu serigala.
11. Asy-Sya‘bi ditanya tentang seseorang yang berobat dengan daging anjing, maka ia berkata, “Jika ia berobat, semoga Alloh tidak menyembuhkannya.”
12. Dari Abu Misy‘ar, dari Ibrohim bahwa ia terkena influensa, lantas ia diberi resep untuk memakan daging musang, maka ia tidak mau memakannya. Demi Alloh, Nabi saw. tidak melarang kecuali sesuatu yang buruk. Mukjizat Ilmiah dalam Hadits-hadits yang Mengharamkan Berobat dengan Khomr205)
Para dokter di zaman dulu, sejak zaman sebelum Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sesudah beliau, dan hingga baru-baru ini, masih menyangka bahwa khomr merupakan obat dan bahwa meminum khomr dalam dosis tertentu bisa memberikan kesehatan. Ini merupakan paradoks menakjubkan.
Rosul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Ia bukan obat, melainkan penyakit.”206) Para dokter yang hidup di zaman beliau, zaman-zaman sebelum beliau dan sesudah beliau tetap ngotot menganggap bahwa khomr merupakan obat. Akhirnya kedokteran modern datang dan menjelaskan kesalahan anggapan para dokter di zaman dulu itu.
WHO dan Riset Ilmiah yang Memperingatkan Bahaya Mengkonsumsi Khomr WHO dan beberapa penelitian ilmiah telah memperingatkan bahaya mengkonsumsi khomr, antara lain dalam beberapa per-nyataannya :
Pernyataan WHO no. 650 tahun 1980 M tentang alkohol dan problem-problem yang ditimbulkannya, “Sesungguhnya mengkonsumsi minuman keras berdampak negatif terhadap kesehatan serta mengakibatkan timbulnya berbagai problem yang lebih berat daripada problem-problem yang ditimbulkan oleh opium, ganja, kokain, dan semua yang disebut sebagai narkotika. Dampak-dampak negatif pengkonsumsian alkohol terlalu banyak untuk dihitung.
Pernyataan Akademi Kerajaan di United Kingdom yang terbit pada tahun 1987 M. Judulnya adalah “Akibat-akibat dan Bahaya-bahaya Medis Pengkonsumsian Alkohol Merupakan Epidemis Berbahaya dan Keburukannya Merata”.
Di Swedia, sebuah riset yang dilakukan oleh Malmo menegas-kan bahwa 29 % kasus pasien masuk ke rumah sakit-rumah sakit Swedia adalah disebabkan konsumsi minuman keras.
Di Inggris saja (tidak termasuk di Wales, Skotlandia, dan Irlandia Utara), setiap tahun ada sekitar tiga ratus ribu hingga setengah juta orang yang masuk ke bagian penyakit dalam, disebabkan oleh penyakit-penyakit yang berhubungan dengan pengkonsumsian minuman keras.
Minuman keras dan pencernaan. Majalah Medicine International edisi 6 tahun 1989 M mengatakan, “Minuman keras menyebabkan terjadinya kanker esophagus, selain juga menyebabkan terjadinya pendarahan di esopaghus dan varix207) di bawahnya, serta infeksi akut di dalamnya. Banyak kasus diare dan wasir pada para peng-konsumsi minuman keras, di samping kadang-kadang terjadi pankreatitis akut208), yang kadang-kadang mematikan.”
Beberapa riset ilmiah juga membuktikan dampak-dampak negatif minuman keras terhadap hati, seks, penyakit-penyakit kewanitaan, sistem air kencing, sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem pernafasan, kelenjar-kelenjar endokrin209)
, metabolisme, dan kelenjar-kelenjar seks. Benarlah sabda Rosululloh ketika bersabda, “Ia bukan obat, melainkan penyakit.”210)
____________
_________
________
195) Disebutkan oleh Bukhori dalam Shoih-nya secara mu‘allaq dan mauquf pada Ibnu Mas‘ud. Juga terdapat dalam riwayat ‘Abdur Rozaq (1797).
196) HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah, dan dishohihkan oleh Al-Albani. Sudah dikemukakan.
197) Diriwayatkan dari Abu Dawud dan Nasai dan dishohihkan oleh Al-Albani dalam Shohihu `l-Jami‘ (6878).
198) Ihab adalah kulit sebelum disamak.
199) ‘Ashob adalah semacam manik-manik yang dibuat dari tulang hewan.
200) HR. Ibnu Majah, dishohihkan oleh Al-Albani dalam Al-Irwa’ (38).
201) Muttafaqun ‘alaih : Bukhori (5778) dan Muslim (109).
202) Shohihu `l-Bukhori dari ‘Âisyah (4487).
203) HR. Ahmad dalam Al-Musnad (III/13) dihasankan oleh Al-Albani dalam Shohihu `l-Jami‘.
204) Dishohihkan oleh Al-Albani dalam Shohihu `l-Jami‘ (5530).
205) Riset ilmiah Dr. Muhammad ‘Ali Al-Bar, Hai’ah I‘jaz ‘Ilmi, edisi ketujuh 1421 H.
206) Shohih Muslim (1903).
207) Vena, arteri, atau pembuluh limfe yang melebar dan berkelok-kelok -penerj.
208) Pankreatitis akut adalah bentuk peradangan pankreas yang ditandai dengan onset nyeri abdomen yang mendadak, mual, dan muntah -penerj.
209) Kelenjar-kelenjar yang mensekresi secara internal -penerj.
210) Shohih Muslim (1903).
Sumber : obat.blog.m3-
access.com
www.tauziyah.
com
Siapa Yang Paling jelek???
June 12, 2007
Ada suatu kisah seorang santri yg menuntut ilmu pada seorang Kyai. Bertahun-tahun telah ia lewati hingga sampai pada suatu ujian terakhir. Ia menghadap Kyai untuk ujian tersebut. "Hai Fulan, kau telah menempuh semua tahapan belajar dan tinggal satu ujian, kalau kamu bisa menjawab berarti kamu lulus ", kata Kyai. "Baik pak Kyai, apa pertanyaannya ?" "Kamu cari orang atau mahkluk yang lebih jelek dari kamu, kamu aku beri waktu tiga hari ". Akhirnya santri tersebut meninggalkan pondok untuk melaksanakan tugas dan mencari jawaban atas pertanyaan Kyai-nya.
Hari pertama, sang santri bertemu dengan si Polan pemabuk berat yg dapat di katakan hampir tiap hari mabuk-mabukan. Santri berkata dalam hati, " Inilah orang yang lebih jelek dari saya. Aku telah beribadah puluhan tahun sedang dia mabuk-mabukan terus ". Tetapi sesampai ia di rumah, timbul pikirannya. "Belum tentu, sekarang Polan mabuk-mabukan siapa tahu pada akhir hayatnya Alloh memberi Hidayah (petunjuk) dan dia Khusnul Khotimah dan aku sekarang baik banyak ibadah tetapi pada akhir hayat di kehendaki Suul Khotimah,bagaimana ? Dia belum tentu lebih jelek dari saya.
Hari kedua, santri jalan keluar rumah dan ketemu dengan seekor anjing yg menjijikan rupanya, sudah bulunya kusut, kudisan dsb. Santri bergumam, " Ketemu sekarang yg lebih jelek dari aku. Anjing ini sudah haram dimakan, kudisan, jelek lagi " . Santri gembira karena telah dapat jawaban atas pertanyaan�� gurunya. Waktu akan tidur sehabis ‘Isya, dia merenung, "Anjing itu kalau mati, habis perkara dia. Dia tidak dimintai tanggung jawab atas perbuatannya oleh Alloh, sedangkan aku akan dimintai pertanggung jawaban yg sangat berat yg kalau aku berbuat banyak dosa akan masuk neraka aku. "Aku tidak lebih baik dari anjing itu.
Hari ketiga akhirnya santri menghadap Kyai. Kyai bertanya, "Sudah dapat jawabannya muridku ?" "Sudah guru", santri menjawab. " Ternyata orang yang paling jelek adalah saya guru". Sang Kyai tersenyum, "Kamu aku nyatakan lulus".
Pelajaran yg dapat kita petik adalah: Selama kita masih sama-sama hidup kita tidak boleh sombong/merasa lebih baik dari orang/mahkluk lain. Yang berhak sombong adalah Alloh SWT. Karena kita tidak tahu bagaimana akhir� hidup kita nanti. Dengan demikian maka kita akan belajar berprasangka baik kepada orang/mahkluk lain yg sama-sama ciptaan Alloh.
Di copy dari www.dudung.net